| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kurikulum integratif dalam
membentuk tradisi keilmuan di MTs Daarul Mafaza Kabupaten Deli Serdang. Kurikulum
integratif dipahami sebagai upaya penyatuan antara kurikulum nasional dan kurikulum
pesantren dalam satu sistem pengelolaan yang utuh guna menghilangkan dikotomi antara
ilmu agama dan ilmu umum. Penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa integrasi
kurikulum di lembaga pendidikan Islam sering kali belum dikelola secara sistematis
berdasarkan fungsi-fungsi manajemen yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan penelitian
meliputi pimpinan pesantren, kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, dan
santri. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang
meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa manajemen kurikulum integratif di MTs Daarul Mafaza
dilaksanakan melalui empat fungsi manajerial, yaitu perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan menyelaraskan visi madrasah
dan pesantren dalam struktur kurikulum terpadu. Pengorganisasian dilakukan melalui
pembagian tugas antara struktur madrasah dan pesantren. Pelaksanaan diwujudkan dalam
integrasi pembelajaran umum dengan tahfidz Al-Qur’an dan kajian kitab kuning. Evaluasi
dilakukan secara akademik dan spiritual melalui sistem penilaian terpadu. Implementasi
manajemen kurikulum integratif tersebut berkontribusi terhadap pembentukan tradisi
keilmuan yang ditandai dengan tumbuhnya budaya membaca, berdiskusi, menghafal,
beradab terhadap ilmu, serta keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas penerapan fungsi manajemen kurikulum
integratif berimplikasi langsung terhadap penguatan tradisi keilmuan Islam yang
berorientasi pada kesatuan ilmu, iman, dan amal. |
en_US |