Abstract:
Perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia mendorong peningkatan
pembangunan pabrik, khususnya pada unit sterilizer yang memerlukan pondasi kuat
dan stabil. Perencanaan biaya melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB) menjadi
faktor penting dalam keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan
membandingkan estimasi biaya pekerjaan pondasi sterilizer menggunakan metode
BOW, SNI 2016, dan AHSP 2025 pada proyek Pabrik Kelapa Sawit PT Mutiara
Sawit Seluma. Metode yang digunakan adalah analisis perhitungan volume
pekerjaan dan harga satuan berdasarkan masing-masing standar. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa metode BOW memiliki biaya 118,83% lebih tinggi
dibandingkan AHSP dan 39,57% lebih tinggi dibandingkan SNI, sedangkan metode
SNI memiliki biaya 56,78% lebih tinggi dibandingkan AHSP. Dengan demikian,
metode AHSP 2025 merupakan metode yang paling ekonomis. Perbedaan biaya
dipengaruhi oleh perbedaan koefisien, standar perhitungan, serta penyesuaian harga
di lapangan.