Abstract:
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) hingga saat ini masih menjadi masalah
kesehatan global dengan angka kematian tertinggi kedua di dunia, terutama akibat
resistensi terhadap obat lini pertama. Indonesia sebagai salah satu negara dengan
beban TB tertinggi membutuhkan alternatif terapi baru yang lebih aman dan efektif.
Daun kemangi (Ocimum basilicum) diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang
menjanjikan karena kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid,
saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi hambat
minimum dari ekstrak etanol daun kemangi terhadap bakteri Mycobacterium
tuberculosis H37Rv secara in-vitro menggunakan metode Resazurin Microtiter
Assay (REMA).
Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan desain post-test only control
group secara in-vitro dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Ekstrak etanol
daun kemangi dibuat dengan metode maserasi pada konsentrasi 2,5%, 1,25%, dan
0,625%. Aktivitas antimikobakteri diuji menggunakan metode REMA, dimana
perubahan warna resazurin dari biru ke merah muda menandakan pertumbuhan
bakteri. Rifampisin digunakan sebagai kontrol positif dan media tanpa ekstrak
sebagai kontrol negatif.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi pada konsentrasi
ekstrak 2,5%, 1,25% dan 0,625% melalui metode REMA menunjukkan perubahan
warna menjadi merah muda, sedangkan pada kelompok kontrol positif tetap
berwarna biru.
Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kemangi
terhadap pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dinilai melalui
metode REMA.