Abstract:
Latar Belakang: Diabetes melitus dapat menyebabkan hiperglikemia kronis yang
memicu stres oksidatif, peradangan, dan kerusakan neuron, sehingga berkontribusi
pada gangguan kognitif. Ceri kopi mengandung senyawa bioaktif (polifenol,
flavonoid, kafein, asam klorogenat) yang berpotensi sebagai agen neuroprotektif.
Tujuan: Menilai efektivitas ekstrak ceri kopi terhadap fungsi kognitif, kadar brain derived neurotrophic factor (BDNF), dan stres oksidatif pada tikus diabetes yang
diinduksi pakan tinggi lemak (HFD) dan streptozotocin (STZ). Metode: Desain
post-test only control group menggunakan 36 ekor tikus Wistar jantan dibagi
menjadi 6 kelompok: kontrol normal, kontrol negatif, HFD+STZ,
HFD+STZ+metformin 200 mg/kgBB, HFD+STZ+ekstrak ceri kopi 100 mg/kgBB,
dan HFD+STZ+ekstrak ceri kopi 200 mg/kgBB. Parameter yang diukur adalah
fungsi memori spasial (Y-maze) dan kadar BDNF otak (ELISA). Data dianalisis
dengan ANOVA dan uji post hoc, p<0,05 dianggap bermakna. Hasil: Ekstrak ceri
kopi dosis 100 dan 200 mg/kgBB menurunkan glukosa darah signifikan (p<0,05),
meningkatkan persentase alterasi Y-maze dan meningkatkan BDNF dibanding
kelompok HFD+STZ. Efek terbaik ditunjukkan pada dosis 200 mg/kgBB,
sebanding atau lebih baik daripada metformin pada beberapa parameter.
Kesimpulan: Ekstrak ceri kopi efektif sebagai neuroprotektor melalui perbaikan
spasial memori dan peningkatan BDNF, sehingga memperbaiki fungsi kognitif
tikus diabetes.