Abstract:
Latar belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat
penyakit infeksi dan sering dikaitkan dengan peningkatan kadar sitokin proinflamasi
seperti Interleukin-6 (IL-6). Zingiber officinale var. rubrum (jahe merah) mengandung
senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak jahe merah terhadap ekspresi IL-6
pada jaringan paru tikus Wistar yang diinokulasi Streptococcus pneumoniae, baik
sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan dengan azitromisin.
Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan 30 ekor tikus Wistar jantan yang
dibagi dalam lima kelompok (masing-masing n = 6): K1 (kontrol negatif), K2 (kontrol
positif), K3 (ekstrak jahe merah 400 mg/kgBB), K4 (azitromisin 11 mg/kgBB), dan K5
(kombinasi ekstrak jahe merah dan azitromisin). Induksi pneumonia dilakukan secara
intratrakeal menggunakan suspensi S. pneumoniae. Perlakuan diberikan satu kali sehari
selama tujuh hari. Ekspresi IL-6 pada jaringan paru dianalisis menggunakan metode
imunohistokimia dan dievaluasi secara semi-kuantitatif berdasarkan intensitas dan
distribusi pewarnaan.
Hasil: Uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan bermakna ekspresi IL-6
antar kelompok (p < 0,05). Uji lanjutan menunjukkan bahwa K4 dan K5 memiliki
ekspresi IL-6 yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan K2. Tidak ditemukan
perbedaan bermakna antara K4 dan K5, maupun antara K3 dan K2, yang menunjukkan
bahwa pemberian jahe merah saja belum efektif menurunkan ekspresi IL-6 secara
signifikan.
Kesimpulan: Pemberian azitromisin, baik secara tunggal maupun dikombinasikan
dengan ekstrak jahe merah, efektif menurunkan ekspresi IL-6 pada tikus dengan
pneumonia. Namun, ekstrak jahe merah sebagai terapi tunggal belum menunjukkan
efek antiinflamasi yang signifikan pada model ini.