Abstract:
Desa Tanjung Gusta berdasarkan letak geografisnya merupakan desa yang
rawan terjadi banjir. Banjir yang terjadi secara berulang, khususnya di tahun 2025
dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi, mengharuskan Kepala Desa untuk
menggunakan strategi komunikasi yang tepat dalam menyalurkan bantuan agar
tepat, akurat, dan tanpa menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang
digunakan oleh Kepala Desa Tanjung Gusta dalam menyalurkan bantuan pasca
banjir di tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan
observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi
komunikasi Kepala Desa dilakukan dengan empat peran utama yaitu pengambilan
keputusan, peran sebagai penghubung dan koordinator, pengelolaan sumber daya,
serta monitoring dan evaluasi, serta menggunakan berbagai media komunikasi
seperti komunikasi lisan, rapat, WhatsApp, telepon, dan kupon bantuan. Respon
masyarakat menunjukkan adanya respon positif karena pembagian dilakukan
secara adil, namun terdapat masyarakat yang merasa kurang puas karena tidak
mendapatkan informasi dan keterlambatan informasi. Kesimpulan penelitian ini
menunjukkan bahwa strategi komunikasi Kepala Desa dalam menyalurkan
bantuan pasca-banjir di tahun 2025 telah berjalan cukup efektif melalui koordinasi
terstruktur, penggunaan berbagai media komunikasi, namun masih diperlukan
peningkatan dalam pemerataan penyebaran informasi kepada seluruh masyarakat.