Abstract:
Bearing crosshead adalah komponen vital mesin induk kapal yang
menghubungkan piston dengan connecting rod untuk mengkonversi gerakan
reciprocating menjadi gerakan rotary crankshaft. Mengingat pentingnya
komponen ini, penelitian dilakukan di PT. Waruna Shipyard Indonesia, Medan
Belawan untuk menganalisis kerusakan bearing crosshead pada kapal MT. Gas
Laura. Penelitian menggunakan metode inspeksi visual, pengukuran clearance
dengan benang locis, dan pembongkaran komponen engine yang kemudian
menghasilkan temuan tiga jenis keausan yaitu abrasive wear, adhesive wear, dan
corrosive wear pada silinder 1, 3, dan 5. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa
keausan tersebut berakar dari clearance yang tidak sesuai spesifikasi, yang
selanjutnya dipicu oleh kontaminasi partikel asing dalam oli pelumas,
misalignment pemasangan, kualitas pelumasan tidak memadai, dan running hours
berlebihan. Kondisi clearance yang tidak optimal ini menyebabkan gesekan
berlebihan dengan crosshead pin sehingga mengganggu suplai pelumasan dan
memperparah keausan. Setelah dilakukan penggantian komponen dan pengukuran
ulang clearance, hasil menunjukkan perbaikan signifikan yang membuktikan
efektivitas solusi yang diterapkan.