Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk melihat dan menjelaskan bagaimana guru
berkomunikasi untuk meningkatkan kesadaran lingkungan pada anak-anak di
PAUD Kartika Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Kesadaran lingkungan
adalah hal yang sangat penting untuk diajarkan sejak kecil agar anak-anak bisa
peduli dengan kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sebagai pengajar utama, guru
memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan sikap positif lewat cara
berkomunikasi yang baik dan menyenangkan. Dalam penelitian ini, digunakan
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam, pengamatan langsung, dan dokumentasi dari kepala sekolah
dan dua guru di PAUD Kartika Tanjung Morawa. Data yang didapat kemudian
dianalisis dalam tiga langkah, yaitu mengurangi data, menyajikan data, dan menarik
kesimpulan. Pendekatan ini dipilih agar peneliti bisa memahami dengan baik
bagaimana guru berkomunikasi dalam pendidikan lingkungan di kelas PAUD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan tiga jenis komunikasi
utama untuk meningkatkan kesadaran lingkungan: komunikasi persuasif,
komunikasi lisan, dan komunikasi tanpa kata. Penelitian ini menemukan bahwa
strategi komunikasi yang menggunakan pendekatan partisipatif dan interaktif dapat
membantu anak-anak di PAUD Kartika menjadi lebih sadar lingkungan. Anak-anak
jadi lebih tertib membuang sampah di tempatnya, menjaga kebersihan kelas, dan
menunjukkan keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan. Selain itu,
dukungan dari orang tua dan sekolah juga sangat penting untuk keberhasilan
program ini, karena nilai-nilai lingkungan yang diajarkan di sekolah juga diterapkan
di rumah. Peran guru sangat vital dalam membentuk sikap peduli lingkungan pada
anak-anak. Dengan menggunakan cara-cara komunikasi persuasif, lisan, dan tanpa
kata yang sudah direncanakan dengan baik, guru bisa secara efektif dan
menyenangkan mengajarkan nilai-nilai kesadaran lingkungan kepada anak-anak.