Abstract:
Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera
Utara dalam mensosialisasikan program Tes Kompetensi Akademik (TKA) kepada
siswa SMA di tengah transisi kebijakan evaluasi pendidikan nasional. Masalah
utama terletak pada tantangan diseminasi kebijakan yang bersifat sukarela namun
berdampak signifikan pada seleksi perguruan tinggi, di mana sering terjadi
misinformasi dan kecemasan di tingkat siswa. Metode yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif dengan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa strategi komunikasi
dilakukan secara berjenjang melalui media hibrida (daring dan luring), dengan
sekolah bertindak sebagai mediator krusial. Kesimpulannya, strategi komunikasi
telah berjalan efektif secara struktural dalam membangun pemahaman siswa,
namun memerlukan optimalisasi pada aspek manajemen waktu dan penguatan
literasi digital untuk meminimalisir hambatan administratif.