Abstract:
Tindakan bullying masih sering terjadi di lingkungan sekolah. Meskipun
siswa telah mendapatkan pembelajaran pendidikan agama Islam setiap
minggunya. Tindakan tersebut memberikan dampak negatif terhadap psikologis
siswa. Hal ini menunjukkan bahwa perlunya peran guru, terutama guru pendidikan
agama Islam, dalam menanamkan nilai moral kepada siswa sebagai upaya untuk
mencegah perilaku bullying dengan menggunakan strategi yang tepat, salah
satunya adalah metode cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran
guru Pendidikan Agama Islam dalam menerapkan metode cerita yang berpotensi
menjadi pendekatan yang efektif dalam menanamkan nilai moral serta pencegahan
perilaku bullying.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis study kasus
melalui penelitian lapangan (field research). Subjek dalam penelitian ini adalah
guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan siswa SMK Muhammadiyah 06 Medan.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan data kondensasi, penyajian data,
dan penarikan dan verifikasi kesimpulan, serta keabsahan data diperkuat dengan
triangulasi teknik dan sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi ada 3,
yaitu verbal, fisik dan bullying fisik non-kontak. Untuk mencegah perilaku
bullying, guru memiliki peran penting, salah satunya yaitu menanamkan nilai-nilai
moral dan akhlak kepada peserta dengan menggunakan metode cerita sebagai
strategi
pembelajaran. Guru menerapkan metode cerita dengan cara
menghubungkan cerita tersebut ke dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari
agar siswa memahami hubungan antara kejadian tersebut dengan nilai-nilai Islam
yang dipelajari. Metode cerita ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai moral
serta mencegah perilaku bullying. Hal ini terlihat dari perubahan sikap siswa yang
lebih menghargai teman, saling menghormati, dan bersikap empati terhadap
teman.