Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana guru Pendidikan Agama
Islam menangani peserta didik tunarungu di SMALB Taman Pendidikan Islam.
Penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan metode pembelajaran yang
digunakan dan faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan
metodologi kualitatif dan deskriptif. Dalam teknik pengumpulan data, observasi,
wawancara, dan dokumentasi digunakan, sedangkan teknik analisis data mencakup
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam sering
menggunakan pendekatan visual, penggunaan bahasa tubuh, dan teknik
demonstrasi untuk membantu peserta didik tunarungu memahami materi abstrak.
Guru juga berusaha menyesuaikan metode mereka dengan karakteristik peserta
didik, seperti penggunaan media sederhana dan interaksi langsung. Namun
demikian, masih ada beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. Ini termasuk
keterbatasan guru dalam menggunakan bahasa isyarat, kekurangan sarana dan
prasarana berbasis visual untuk mendukung pembelajaran, dan kualitas
perencanaan pembelajaran yang buruk, termasuk pembuatan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).
Faktor pendukung dalam proses pembelajaran meliputi motivasi dan
dedikasi guru, serta dukungan lingkungan sekolah. Sementara itu, faktor
penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, jumlah peserta didik yang
cukup banyak dalam satu kelas, serta keterbatasan media pembelajaran yang
memadai. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, khususnya
dalam bidang pendidikan luar biasa, serta pengembangan media pembelajaran yang
inovatif dan adaptif agar proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi peserta didik tunarungu dapat berjalan lebih efektif, optimal, dan sesuai dengan kebutuhan
peserta didik.