Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pengajaran Nabi Muhammad SAW
sebagaimana dijelaskan dalam buku Muhammad Sang Guru karya Abdul Fattah Abu
Ghuddah, serta mengkaji relevansinya dengan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam
(PAI) di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian kepustakaan (library research). Sumber data utama adalah buku Muhammad
Sang Guru, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan
seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui studi literatur dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode
analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran
Nabi Muhammad SAW meliputi metode keteladanan (uswah), dialog (hiwar), kisah
(qashash), perumpamaan (tamtsil), pembiasaan, pendekatan individual, serta pembelajaran
bertahap (tadarruj). Metode-metode tersebut mengandung nilai-nilai pedagogis seperti
kasih sayang (rahmah), komunikasi efektif, motivasi intrinsik, serta pembentukan karakter
dan akhlak mulia. Metode pengajaran Nabi juga bersifat humanistik, kontekstual, dan
adaptif terhadap kondisi peserta didik. Penelitian ini menemukan bahwa metode pengajaran
Nabi Muhammad SAW sangat relevan dengan tuntutan kompetensi guru PAI di era
kontemporer, khususnya dalam aspek pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Integrasi nilai-nilai profetik dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kualitas
pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan
psikomotorik. Dengan demikian, metode pengajaran Nabi Muhammad SAW dapat
dijadikan sebagai paradigma pendidikan Islam yang aplikatif dan solutif dalam
menghadapi tantangan pendidikan modern.