Abstract:
Pendahuluan: Stres akademik merupakan kondisi tekanan mental atau emosional
akibat tuntutan dalam lingkungan pendidikan, yang banyak dialami mahasiswa
kedokteran karena beban akademik yang tinggi dan jadwal yang padat. Keaktifan
dalam organisasi kemahasiswaan dapat memberikan manfaat pengembangan diri,
namun tuntutan waktu dan tanggung jawab yang besar berpotensi menimbulkan
ketidakseimbangan antara kewajiban akademik dan kegiatan organisasi.Metode:
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan
desain cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 84 mahasiswa Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Teknik pengambilan sampel
menggunakan consecutive sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi
Spearman. Hasil: Berdasarkan analisis data uji statistik korelasi Spearman
dijumpai nilai p> 0,226 (p> 0,05) menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan
yang signifikan. Kemudian dijumpai nilai koefisien korelasi (ρ) yaitu -0,134 yang
menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat lemah dari kedua
variabel tersebut. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat
hubungan signifikan dengan arah hubungan negatif yang sangat lemah antara
keaktifan dalam organisasi kemahasiswaan dan tingkat stres akademik pada
mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara. Mayoritas mahasiswa memiliki tingkat keaktifan berorganisasi
yang tinggi, sementara tingkat stres akademik yang paling banyak dialami adalah
stres sedang.