Abstract:
Latar Belakang: Konsentrasi merupakan fungsi kognitif penting dalam
proses belajar dan dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Atlet memiliki tingkat aktivitas
fisik yang lebih tinggi dibandingkan non-atlet, sehingga diduga memiliki tingkat
konsentrasi yang lebih baik. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat konsentrasi
antara siswa atlet dan non-atlet serta hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat
konsentrasi. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional
pada siswa atlet dan non-atlet di PB Galaxy Medan, PB Indocafe Medan, dan SMP
Namira. Aktivitas fisik diukur menggunakan MET dan tingkat konsentrasi
menggunakan tes Digit Span. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney dan
korelasi Spearman. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna tingkat aktivitas fisik dan
konsentrasi antara atlet dan non-atlet (p = 0,001). Atlet memiliki nilai mean rank
lebih tinggi dibandingkan non-atlet. Uji Spearman menunjukkan hubungan positif
yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat konsentrasi (p = 0,001; r = 0,348).
Kesimpulan: Atlet memiliki tingkat aktivitas fisik dan konsentrasi yang lebih baik
dibandingkan non-atlet. Aktivitas fisik berhubungan positif dengan tingkat
konsentrasi.