Abstract:
Pendahuluan: Burnout merupakan kondisi kelelahan emosional, fisik, dan kognitif
akibat stres berkepanjangan yang sering dialami mahasiswa kedokteran karena
tingginya beban akademik, tuntutan psikologis, dan lingkungan belajar yang
kompetitif. Prevalensi burnout pada penelitian sebelumnya dilaporkan tinggi pada
mahasiswa kedokteran, yaitu 33-88%, dan kondisi ini dapat berdampak pada
penurunan konsentrasi, motivasi, serta prestasi akademik mahasiswa. Metode:
Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional dan
pengambilan sampel dalam penelitan ini menggunakan teknik consecutive
sampling pada 100 mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara. Tingkat burnout diukur menggunakan Maslach
Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS), sedangkan prestasi akademik dinilai
melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Data dianalisis menggunakan ui statistik
yaitu uji korelasi Spearman rho’. Hasil: Penelitian ini memiliki 7% responden yang
mengalami burnout, sedangkan 93% tidak mengalami burnout. Pada dimensi
burnout, 38% responden memiliki emotional exhaustion kategori tinggi dan 62%
dalam kategori rendah, 8% memiliki cynicism tinggi dengan 92% cynicism rendah,
dan 39% memiliki reduced academic efficacy tinggi dengan 61% responden
memiliki reduced academic efficacy yang rendah. Nilai IPK rata-rata responden
dalam penelitian ini adalah 3,25 yang termasuk kategori baik. Hasil uji korelasi
Spearman’s rho antara burnout dengan prestasi akademik menunjukkan nilai
p=0.444 (p>0.05). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa burnout tidak
memiliki hubungan signifikan dengan prestasi akademik pada mahasiswa angkatan
2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.