Abstract:
Pendahuluan: Beban belajar yang tinggi pada mahasiswa baru Fakultas
Kedokteran dapat memicu kecemasan akibat tuntutan akademik yang padat dan
materi yang kompleks. Kecemasan yang tidak terkelola dapat mengganggu
konsentrasi dan performa belajar. Kecerdasan emosional berperan penting dalam
membantu mahasiswa mengatur emosi dan kecemasan. Tujuan: Mengetahui
hubungan antara beban belajar dan tingkat kecemasan pada mahasiswa baru
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara serta
mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan tingkat kecemasan pada
mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 88
mahasiswa baru angkatan 2025 sebagai sampel, dipilih melalui consecutive
sampling. Instrumen yang digunakan yaitu LBQ, DASS-21, dan kuesioner
kecerdasan emosional model Goleman. Analisis dilakukan dengan uji Spearman.
Hasil: Sebanyak 53,5% mahasiswa memiliki beban belajar moderat dan 35,2%
beban belajar tinggi. Tingkat kecemasan didominasi kategori normal (28,4%).
Terdapat hubungan signifikan antara beban belajar dan kecemasan (p < 0.001; r =
0.630). Sementara itu, kecerdasan emosional tidak menunjukkan hubungan yang
signifikan dengan kecemasan (r = –0.139; p = 0.196). Meskipun memiliki arah
korelasi negatif, kekuatan hubungan sangat lemah dan tidak signifikan secara
statistik, sehingga kecerdasan emosional bukan merupakan faktor yang
berhubungan terhadap kecemasan pada sampel penelitian ini. Kesimpulan: Beban
belajar memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa
baru Fakultas Kedokteran, sedangkan kecerdasan emosional tidak berhubungan
secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa kecemasan pada mahasiswa baru
lebih dipengaruhi oleh tuntutan akademik dan faktor adaptasi daripada kecerdasan
emosional.