Research Repository

“PENGARUH EKSTRAK DAUN PIRDOT (Saurauia vulcani Korth.) TERHADAP GAMBARAN STRUKTUR HISTOPATOLOGI JARINGAN LUKA PADA TIKUS DIABETES MELITUS INDUKSI STREPTOZOTOCIN”

Show simple item record

dc.contributor.author KHAIRUNNIDA
dc.date.accessioned 2026-03-05T04:42:37Z
dc.date.available 2026-03-05T04:42:37Z
dc.date.issued 2026-01-23
dc.identifier.uri http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30203
dc.description.abstract Pendahuluan: Diabetes melitus yang diinduksi streptozotocin (STZ) dapat menghambat proses penyembuhan luka melalui peningkatan stres oksidatif, inflamasi yang berkepanjangan, serta penurunan aktivitas fibroblas dan pembentukan kolagen. Daun pirdot (Saurauia vulcani Korth.) mengandung flavonoid dan triterpenoid yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan, sehingga diduga mampu mendukung regenerasi jaringan luka. Penelitian ini bertujuan menilai efek ekstrak daun pirdot terhadap gambaran histopatologi jaringan luka tikus Wistar yang diinduksi STZ. Metode: Penelitian eksperimental ini melibatkan 25 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (tanpa STZ), kontrol positif (STZ 35 mg/kgBB), perlakuan 1 (STZ + metformin 50 mg/kgBB), perlakuan 2 (STZ + ekstrak daun pirdot 250 mg/kgBB), dan perlakuan 3 (STZ + ekstrak daun pirdot 500 mg/kgBB). Preparat histopatologi jaringan luka diwarnai dengan Hematoxylin Eosin (HE) dan dinilai berdasarkan empat parameter: infiltrasi sel inflamasi, proliferasi fibroblas, pembentukan kolagen, dan angiogenesis menggunakan skala ordinal 0–3. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann–Whitney dengan batas signifikansi p < 0,05. Hasil: Induksi STZ menimbulkan hambatan penyembuhan luka, terlihat dari meningkatnya infiltrasi inflamasi serta menurunnya proliferasi fibroblas dan pembentukan kolagen. Pemberian ekstrak daun pirdot menunjukkan perbaikan signifikan pada parameter proliferasi fibroblas (p = 0,003) dan pembentukan kolagen (p = 0,039). Dosis 500 mg/kgBB (perlakuan 3) memberikan kecenderungan perbaikan paling optimal dibanding kelompok lain, meskipun perubahan pada infiltrasi inflamasi dan angiogenesis belum menunjukkan signifikansi statistik. Kesimpulan: Ekstrak daun pirdot berpotensi mendukung proses penyembuhan luka pada tikus diabetes yang diinduksi STZ, terutama melalui peningkatan proliferasi fibroblas dan pembentukan kolagen. Dosis 500 mg/kgBB memberikan hasil terbaik, meskipun efek terhadap inflamasi dan angiogenesis masih terbatas. en_US
dc.subject Daun pirdot en_US
dc.subject Saurauia vulcani en_US
dc.subject histopatologi luka en_US
dc.subject diabetes melitus en_US
dc.subject streptozotocin en_US
dc.title “PENGARUH EKSTRAK DAUN PIRDOT (Saurauia vulcani Korth.) TERHADAP GAMBARAN STRUKTUR HISTOPATOLOGI JARINGAN LUKA PADA TIKUS DIABETES MELITUS INDUKSI STREPTOZOTOCIN” en_US
dc.title.alternative KHAIRUNNIDA en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account