Research Repository

“PENGARUH EKSTRAK DAUN PIRDOT (Saurauia vulcani Korth.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI JARINGAN GINJAL PADA TIKUS WISTAR MODEL DIABETES MELITUS INDUKSI STREPTOZOTOCIN”

Show simple item record

dc.contributor.author ASSALAM, SALWA YASMIN
dc.date.accessioned 2026-03-05T04:37:30Z
dc.date.available 2026-03-05T04:37:30Z
dc.date.issued 2026-01-23
dc.identifier.uri http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30202
dc.description.abstract Pendahluan: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan glukosa darah yang berkepanjangan. Kondisi hiperglikemia dapat memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap kerusakan ginjal. Daun Pirdot (Saurauia vulcani Korth.) diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi berpotensi memberikan perlindungan terhadap jaringan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun Pirdot terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus Wistar yang diinduksi streptozotocin (STZ). Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan 25 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi lima kelompok, kontrol negatif, kontrol positif (STZ 35 mg/kgBB), perlakuan 1 (STZ + Metformin 50mg/kgBB), perlakuan 2 (STZ + ekstrak daun Pirdot 250mg/kgBB), dan perlakuan 3 (STZ + ekstrak daun Pirdot 500 mg/kgBB). Preparat histopatologi ginjal dinilai berdasarkan empat parameter kerusakan yaitu atrofi tubulus, degenerasi, dilatasi, dan nekrosis glomerulus menggunakan skala ordinal 0-4. Hasil: Induksi STZ menyebabkan kerusakan ginjal bermakna pada parameter atrofi tubulus, degenerasi, dan dilatasi glomerulus (p < 0,05), namun perubahan pada nekrosis glomerulus tidak signifikan. Pemberian ekstrak daun Pirdot menunjukkan signifikansi pada atrofi tubulus terutama pada dosis 500 mg/kgBB. Perbaikan degenerasi dan dilatasi glomerulus tampak pada kedua dosis, namun efeknya belum konsisten pada seluruh kelompok perlakuan. Dosis 500 mg/kgBB memberikan kecenderungan perbaikan paling baik terhadap struktur glomerulus dan tubulus ginjal. Kesimpulan: Ekstrak daun Pirdot sebagai agen kuratif terutama melalui penurunan atrofi tubulus dan perbaikan moderat pada degenerasi serta dilatasi glomerulus pada tikus Wistar yang diinduksi STZ. Meskipun demikian, perbaikan nekrosis glomerulus masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi efektivitasnya pada kerusakan ginjal yang lebih berat. en_US
dc.description.sponsorship . en_US
dc.subject Daun Pirdot en_US
dc.subject streptozotocin en_US
dc.subject histopatologi en_US
dc.subject ginjal en_US
dc.subject Diabetes melitus en_US
dc.title “PENGARUH EKSTRAK DAUN PIRDOT (Saurauia vulcani Korth.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI JARINGAN GINJAL PADA TIKUS WISTAR MODEL DIABETES MELITUS INDUKSI STREPTOZOTOCIN” en_US
dc.title.alternative SALWA YASMIN ASSALAM en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account