Abstract:
Pendahluan: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai
oleh peningkatan glukosa darah yang berkepanjangan. Kondisi hiperglikemia dapat
memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap kerusakan ginjal. Daun Pirdot
(Saurauia vulcani Korth.) diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan
aktivitas antioksidan dan antiinflamasi berpotensi memberikan perlindungan
terhadap jaringan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh
ekstrak daun Pirdot terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus Wistar yang
diinduksi streptozotocin (STZ). Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan
eksperimental dengan 25 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi lima kelompok,
kontrol negatif, kontrol positif (STZ 35 mg/kgBB), perlakuan 1 (STZ + Metformin
50mg/kgBB), perlakuan 2 (STZ + ekstrak daun Pirdot 250mg/kgBB), dan
perlakuan 3 (STZ + ekstrak daun Pirdot 500 mg/kgBB). Preparat histopatologi
ginjal dinilai berdasarkan empat parameter kerusakan yaitu atrofi tubulus,
degenerasi, dilatasi, dan nekrosis glomerulus menggunakan skala ordinal 0-4. Hasil:
Induksi STZ menyebabkan kerusakan ginjal bermakna pada parameter atrofi
tubulus, degenerasi, dan dilatasi glomerulus (p < 0,05), namun perubahan pada
nekrosis glomerulus tidak signifikan. Pemberian ekstrak daun Pirdot menunjukkan
signifikansi pada atrofi tubulus terutama pada dosis 500 mg/kgBB. Perbaikan
degenerasi dan dilatasi glomerulus tampak pada kedua dosis, namun efeknya belum
konsisten pada seluruh kelompok perlakuan. Dosis 500 mg/kgBB memberikan
kecenderungan perbaikan paling baik terhadap struktur glomerulus dan tubulus
ginjal. Kesimpulan: Ekstrak daun Pirdot sebagai agen kuratif terutama melalui
penurunan atrofi tubulus dan perbaikan moderat pada degenerasi serta dilatasi
glomerulus pada tikus Wistar yang diinduksi STZ. Meskipun demikian, perbaikan
nekrosis glomerulus masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk
mengonfirmasi efektivitasnya pada kerusakan ginjal yang lebih berat.