Research Repository

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERHADAP KEKAMBUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD Dr. PIRNGADI MEDAN

Show simple item record

dc.contributor.author BR GINTING, METIA ARIANI
dc.date.accessioned 2026-03-05T03:41:08Z
dc.date.available 2026-03-05T03:41:08Z
dc.date.issued 2026-01-15
dc.identifier.uri http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30193
dc.description.abstract Pendahuluan : Tuberkiulosis (TB) pariu meruipakan peniyakit infieksi menular yang disebaibkan oleh Mycobiacterium tubeirculosis dan maisih menijadi masialah keseihatan masyairakat. Keberhiasilan pengoibatan TB paru sangat dipengaruhi oleh kepatiuhan pasiien dalaim mengoinsumsi obiat anti-tubeirkulosis (OAT). Durasi pengobatan yang panjang dapat menurunkan tingkat kepatuhan pasien, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kekambuhan. Penelitian ini bertuijuan untiuk: (1) mengeitahui karakteristik paisien tuberikulosis paru berdaisarkan usia, jenis keliamin, pekerjaan, dan tingkat pendidikan terakhir, (2) mengetahui tingkat kepatuhan minum OAT pada pasien tuberkulosis paru, serta (3) menganalisis hubungan tingkat kepatuhan minum OAT terhadap kekambuhan pasien tuberkulosis paru di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Data diperoleh dari kuesioner kepatuhan minum OAT dengan skor 0–20 yang dikategorikan menjadi kepatuhan rendah (0–6), cukup (7–13), dan patuh (14–20), serta data rekam medis pasien. Jumlah sampel sebanyak 33 responden pasien tuberkulosis paru periode November–Desember 2025 di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Analisis data meliputi analisis univiariat beirupa distiribusi frekiuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square p<0,05 dengan bantuan aplikasi statistik SPSS. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 66,7% responden memiliki tingkat kepatuhan minum OAT rendah dan 78,8% responden mengalami kekambuhan. Karakteristik responden mayoritas adalah laki-laki (51,5%), usia dewasa (51,5%), tingkat pendidikan terakhir SMA (87,9%), dan pekerjaan wiraswasta. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum OAT dengan kejadian kekambuhan pasien tuberkulosis paru (p = 0,046). Kesimpulan : Terdiapat hubiungan yiang signifiikan anitara tinigkat kepatuihan miinum obat anti-tuiberkulosis dengan kekambuhan pasiien tuberkiulosis paru di RSUD Dr. Pirngadi Medan. en_US
dc.subject Tuberkulosis Paru en_US
dc.subject OAT en_US
dc.subject Kepatuhan Minum Obat en_US
dc.subject Kekambuhan en_US
dc.title HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERHADAP KEKAMBUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RSUD Dr. PIRNGADI MEDAN en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account