Abstract:
Pendahuluan : Tuberkiulosis (TB) pariu meruipakan peniyakit infieksi menular yang
disebaibkan oleh Mycobiacterium tubeirculosis dan maisih menijadi masialah
keseihatan masyairakat. Keberhiasilan pengoibatan TB paru sangat dipengaruhi oleh
kepatiuhan pasiien dalaim mengoinsumsi obiat anti-tubeirkulosis (OAT). Durasi
pengobatan yang panjang dapat menurunkan tingkat kepatuhan pasien, sehingga
meningkatkan risiko terjadinya kekambuhan. Penelitian ini bertuijuan untiuk: (1)
mengeitahui karakteristik paisien tuberikulosis paru berdaisarkan usia, jenis keliamin,
pekerjaan, dan tingkat pendidikan terakhir, (2) mengetahui tingkat kepatuhan
minum OAT pada pasien tuberkulosis paru, serta (3) menganalisis hubungan tingkat
kepatuhan minum OAT terhadap kekambuhan pasien tuberkulosis paru di RSUD
Dr. Pirngadi Medan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Data
diperoleh dari kuesioner kepatuhan minum OAT dengan skor 0–20 yang
dikategorikan menjadi kepatuhan rendah (0–6), cukup (7–13), dan patuh (14–20),
serta data rekam medis pasien. Jumlah sampel sebanyak 33 responden pasien
tuberkulosis paru periode November–Desember 2025 di RSUD Dr. Pirngadi
Medan. Analisis data meliputi analisis univiariat beirupa distiribusi frekiuensi dan
analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square p<0,05 dengan bantuan aplikasi
statistik SPSS. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 66,7%
responden memiliki tingkat kepatuhan minum OAT rendah dan 78,8% responden
mengalami kekambuhan. Karakteristik responden mayoritas adalah laki-laki
(51,5%), usia dewasa (51,5%), tingkat pendidikan terakhir SMA (87,9%), dan
pekerjaan wiraswasta. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang
signifikan antara tingkat kepatuhan minum OAT dengan kejadian kekambuhan
pasien tuberkulosis paru (p = 0,046). Kesimpulan : Terdiapat hubiungan yiang
signifiikan anitara tinigkat kepatuihan miinum obat anti-tuiberkulosis dengan
kekambuhan pasiien tuberkiulosis paru di RSUD Dr. Pirngadi Medan.