Abstract:
Pendahuluan: Stres akademik merupakan tekanan yang dialami mahasiswa
akibat tuntutan akademik yang dapat berdampak pada kondisi fisik, emosional,
perilaku, dan kognitif. Mahasiswa kedokteran memiliki tingkat stres akademik
yang tinggi, sehingga diperlukan intervensi yang dapat membantu
menurunkannya. Teh rosella (Hibiscus sabdariffa L.) diketahui memiliki
kandungan antosianin yang mampu menurunkan kadar kortisol serta memperbaiki
stabilitas neurotransmiter yang berkaitan dengan stres. Tujuan: Mengetahui
pengaruh pemberian teh rosella (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap tingkat stres
akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental
one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 responden yang dipilih
menggunakan purposive sampling. Tingkat stres akademik diukur menggunakan
kuesioner Perceived Sources of Academic Stress (PSAS) sebelum dan sesudah
intervensi. Intervensi berupa pemberian teh rosella 1 kali sehari selama 7 hari.
Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum intervensi, 24
responden (68,6%) memiliki stres akademik sedang dan 11 responden (31,4%)
memiliki stres akademik tinggi. Setelah intervensi, 7 responden (20%) berada
pada kategori stres sedang dan 28 responden (80%) pada kategori stres rendah.
Uji Wilcoxon menunjukkan Negative Ranks = 35, Positive Ranks = 0, Ties = 0,
dan p = 0,000, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat stres
sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Teh rosella (Hibiscus sabdariffa
L.) berpengaruh dalam menurunkan tingkat stres akademik pada mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.