Abstract:
Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang signifikan di
Indonesia dengan prevalensi nasional mencapai 19,8% pada tahun 2024. Salah
satu upaya penanganannya adalah melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi
seperti daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya protein, kalsium, dan zat besi.
Namun, pemanfaatan kelor di masyarakat masih rendah karena kurangnya
pengetahuan dan inovasi pengolahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas program edukasi mie daun kelor terhadap peningkatan
pengetahuan warga mengenai pemanfaatan kelor sebagai alternatif pangan bergizi
untuk pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pendekatan one group
pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling di Desa Jati Mulia, Kabupaten Batu
Bara. Instrument penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan yang diberikan
sebelemum (peretest) dan sesudah (posttest) intervensi edukasi. Hasil: Penelitian
ini menunjukkan bahwa hasil pengukuran uji paired t-test menghasilkan nilai p value <0,001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,366 dengan rata-rata tingkat
pengetahuan sebelum (pretest) diberikan edukasi sebesar 9,14 menjadi 15,41
sesudah (posttest) diberikan edukasi. Hal ini menunjukkan program edukasi mie
daun kelor memiliki efektivitas yang signifikan terhadap peningkatan
pengetahuan responden. Kesimpulan: Program edukasi mie daun kelor efektif
dalam meningkatkan pengetahuan warga tentang pemanfaatan daun kelor sebagai
alternatif pangan bergizi. Peningkatan pengetahuan ini menjadi langkah krusial
dalam mendorong perubahan perilaku konsumsi pangan lokal untuk mendukung
upaya penurunan angka stunting.