Abstract:
Latar belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronik yang dapat
dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk faktor lingkungan dan gaya hidup,
gaya hidup masyarakat adalah minuman bersoda yang mengandung gula tinggi,
yang dapat mempengaruhi inflamasi saluran nafas. Tujuan: untuk mengetahui
hubungan antara pola konsumsi minuman bersoda dengan derajat keparahan asma
pada pasien. Metode: Penelitian ini merupakan analitik korelasi menggunakan
metode uji korelasi chi square. Dengan penyajian data tabulasi silang
membandingkan 2 variabel yang diujikan. Hasil: Sebagian besar responden
berjenis kelamin perempuan (84,55%) dengan rentang umur 18-83 tahun, pola
minuman bersoda terbanyak ada pada rentang sedang diikuti rentang rendah dan
tinggi, hasil uji chi-square menunjukkan angka diatas 0,05 (p > 0.05). Yang
menandakan tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi minuman bersoda
terhadap derajat keparan asma. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara pola konsumsi minuman bersoda dengan derajat keparahan asma
intermiten dan persisten ringan di RSUD Dr Pirngadi Medan.