Abstract:
Pendahuluan: Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat
di daerah endemis, termasuk di Desa Nenas Siam. Pemeriksaan apusan darah tepi
merupakan metode diagnostik yang umum digunakan untuk mendeteksi
keberadaan parasit Plasmodium serta menentukan jenis spesies penyebab malaria.
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kejadian malaria
berdasarkan pemeriksaan apusan darah tepi di Desa Nenas Siam. Untuk mencapai
tujuan tersebut, dilakukan analisis terhadap hasil pemeriksaan apusan darah tepi
untuk mengetahui jumlah sampel yang terinfeksi malaria, jenis Plasmodium yang
ditemukan, serta gambaran kualitas preparat apusan darah tepi yang dihasilkan
selama kegiatan pemeriksaan. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan potong lintang
(cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 14 orang yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel darah dilakukan di Balai Desa Nenas
Siam, sedangkan pemeriksaan mikroskopis apusan darah tepi dilakukan di
Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif
untuk menggambarkan kejadian malaria berdasarkan hasil pemeriksaan apusan
darah tepi. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan apusan darah tepi, diperoleh 14
sampel (24,07%) yang dinyatakan positif malaria dan 40 sampel (75,93%)
dinyatakan negatif malaria. Dari seluruh sampel positif tersebut, ditemukan 10
sampel terinfeksi Plasmodium falciparum dan 4 sampel terinfeksi Plasmodium
vivax, sehingga Plasmodium falciparum merupakan spesies yang paling dominan
ditemukan. Selain itu, ditemukan beberapa preparat apusan darah tepi yang tidak
dapat digunakan akibat kualitas apusan, pewarnaan, dan fiksasi yang tidak
memenuhi standar pemeriksaan mikroskopis.Kesimpulan: Berdasarkan hasil
penelitian, dapat disimpulkan bahwa kejadian malaria di Desa Nenas Siam masih ditemukan
dengan dominasi infeksi Plasmodium falciparum.Pemeriksaan apusan darah tepi dapat digunakan untuk menggambarkan profil kejadian malaria, namun kualitas preparat sangat bergantung pada teknik pembuatan, pewarnaan, serta ketersediaan sarana pemeriksaan. Peningkatan keterampilan pemeriksa dan perbaikan fasilitas laboratorium diperlukan untuk mendukung deteksi dini dan pengendalian malaria di Desa Nenas
Siam.