Abstract:
Pendahuluan: Miopia merupakan salah satu kelainan refraksi yang paling
sering dijumpai dan telah dikaitkan dengan berbagai perubahan struktur okular,
termasuk tekanan intraokular (TIO). Tekanan intraokular yang meningkat merupakan
faktor risiko penting terjadinya glaukoma. Beberapa penelitian menunjukkan adanya
variasi tekanan intraokular berdasarkan karakteristik individu, termasuk jenis
kelamin, namun hasilnya masih beragam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk membandingkan tekanan intraokular pada mahasiswa dengan miopia
berdasarkan jenis kelamin. Metode: Penelitian ini termasuk studi kuantitatif analitik
komparatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Oktober 2025 di
praktik spesialis mata Dr. Zaldi Sp.M, Medan. Subjek penelitian berjumlah 48
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan
miopia, yang terdiri atas 24 laki-laki dan 24 perempuan. Derajat miopia ditentukan
menggunakan lensometer, sedangkan tekanan intraokular diukur pada mata kanan
(OD) dan mata kiri (OS) menggunakan tonometer non-kontak. Analisis data meliputi
analisis univariat dan bivariat. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro–Wilk, uji
homogenitas dengan Levene’s test, dan uji beda menggunakan independent samples
t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden
memiliki tekanan intraokular dalam kategori normal. Rerata tekanan intraokular pada
laki-laki adalah 17,43 ± 2,76 mmHg (OD) dan 17,21 ± 2,51 mmHg (OS), sedangkan
pada perempuan sebesar 17,69 ± 3,29 mmHg (OD) dan 18,12 ± 2,99 mmHg (OS).
Hasil uji independent samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang
bermakna secara statistik antara tekanan intraokular pada laki-laki dan perempuan
dengan miopia, baik pada mata kanan maupun mata kiri (p > 0,05). Kesimpulan:
Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara tekanan intraokular pada mahasiswa
laki-laki dan perempuan dengan miopia. Dengan demikian, jenis kelamin tidak
berpengaruh signifikan terhadap tekanan intraokular pada individu dengan miopia
dalam penelitian ini.