Research Repository

HUBUNGAN SKOR PAJANAN MATAHARI TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS PENDERITA ISPA DI PUSKESMAS BIRU-BIRU TAHUN 2025

Show simple item record

dc.contributor.author Parastan, M.Diva Putra
dc.date.accessioned 2026-03-03T03:18:37Z
dc.date.available 2026-03-03T03:18:37Z
dc.date.issued 2026-02-11
dc.identifier.uri http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30125
dc.description.abstract Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan baik secara global maupun nasional. Salah satu mekanisme pertahanan utama tubuh terhadap ISPA adalah sistem imun bawaan melalui aktivitas fagositosis, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk vitamin D. Paparan sinar matahari berperan penting dalam sintesis vitamin D yang berfungsi sebagai imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pajanan sinar matahari dengan aktivitas fagositosis pada penderita ISPA di Puskesmas Biru-biru tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional . Sampel penelitian berjumlah 63 pasien ISPA yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data pajanan sinar matahari diperoleh menggunakan kuesioner, sedangkan aktivitas fagositosis direpresentasikan oleh nilai neutrofil dan monosit dari pemeriksaan darah. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara skor paparan sinar matahari dengan aktivitas fagositosis. Skor pajanan sinar matahari memiliki korelasi negatif yang sangat kuat dengan nilai neutrofil (r = −0,905; p < 0,05) dan monosit (r = −0,897; p < 0,05), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pajanan sinar matahari, nilai neutrofil dan monosit cenderung lebih rendah, mencerminkan respon inflamasi yang lebih terkontrol. Selain itu, terdapat korelasi positif yang sangat kuat antara nilai neutrofil dan monosit (r = 0,889; p < 0,05), yang menandakan keterlibatan kedua sel fagosit tersebut secara bersamaan dalam respon imun bawaan terhadap ISPA. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pajanan sinar matahari memiliki hubungan yang bermakna dengan aktivitas fagositosis pada pasien ISPA dan berpotensi berperan dalam modulasi respon imun melalui mekanisme imunomodulasi vitamin D. en_US
dc.subject ISPA en_US
dc.subject pajanan sinar matahari en_US
dc.subject fagositosis en_US
dc.subject neutrofil en_US
dc.subject monosit en_US
dc.subject vitamin D en_US
dc.title HUBUNGAN SKOR PAJANAN MATAHARI TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS PENDERITA ISPA DI PUSKESMAS BIRU-BIRU TAHUN 2025 en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account