Abstract:
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih merupakan
masalah kesehatan masyarakat yang signifikan baik secara global maupun
nasional. Salah satu mekanisme pertahanan utama tubuh terhadap ISPA adalah
sistem imun bawaan melalui aktivitas fagositosis, yang dipengaruhi oleh berbagai
faktor, termasuk vitamin D. Paparan sinar matahari berperan penting dalam
sintesis vitamin D yang berfungsi sebagai imunomodulator. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pajanan sinar matahari dengan
aktivitas fagositosis pada penderita ISPA di Puskesmas Biru-biru tahun 2025.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan
pendekatan cross sectional . Sampel penelitian berjumlah 63 pasien ISPA yang
dipilih sesuai kriteria inklusi. Data pajanan sinar matahari diperoleh menggunakan
kuesioner, sedangkan aktivitas fagositosis direpresentasikan oleh nilai neutrofil
dan monosit dari pemeriksaan darah. Analisis hubungan dilakukan menggunakan
uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan
yang sangat kuat dan signifikan antara skor paparan sinar matahari dengan
aktivitas fagositosis. Skor pajanan sinar matahari memiliki korelasi negatif yang
sangat kuat dengan nilai neutrofil (r = −0,905; p < 0,05) dan monosit (r = −0,897;
p < 0,05), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pajanan sinar matahari, nilai
neutrofil dan monosit cenderung lebih rendah, mencerminkan respon inflamasi
yang lebih terkontrol. Selain itu, terdapat korelasi positif yang sangat kuat antara
nilai neutrofil dan monosit (r = 0,889; p < 0,05), yang menandakan keterlibatan
kedua sel fagosit tersebut secara bersamaan dalam respon imun bawaan terhadap
ISPA. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pajanan sinar matahari
memiliki hubungan yang bermakna dengan aktivitas fagositosis pada pasien ISPA
dan berpotensi berperan dalam modulasi respon imun melalui mekanisme
imunomodulasi vitamin D.