Abstract:
Latar belakang: Media sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
kehidupan mahasiswa, termasuk dalam mendukung maupun mengganggu proses
belajar. Penggunaan yang semakin meningkat menimbulkan kekhawatiran terhadap
potensi penurunan konsentrasi belajar, terutama pada mahasiswa kedokteran yang
memiliki tuntutan akademik tinggi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara
pengigunaan miedia sosiial denigan konsentrasi belajar pada maihasiswa Fakuiltas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
angkatan 2024. Metode: Peneliitian ini meirupakan peneilitian kuantitatif dengan
desain cross-sectional. Sampel berjumlah 75 responden yang dipilih menggunakan
teknik simple ranidom sampiling. Diata dikuimpulkan melalui kuesiioner penggunaan
media sosial dan Stiudent Learining Conceintration Questioinnaire – Indoniesia
Version (SLCQ-I). Analiisis univiariat diguniakan untiuk mielihat distriibusi frekuensi
tiap variiabel, sedaingkan anailisis biviariat menggiunakan uji koreliasi Speariman
untuk menguji hubungan antara penggunaan media sosial dengan konsentrasi
belajar. Hasil: penielitian meniunjukkan baihwa sebaigian besiar respoinden memiiliki
tingkat penggunaan media sosial kategori sedang (65,3%) dan tingkat konsentrasi
belajar kategori sedang (61,3%). Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p =
0,276 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = –0,127, yang berarti tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan konsentrasi
belajar mahasiswa. Kesimpulan: penggunaan media sosial tidik berhuibungan
secaira signiifikan dengan konsentrasi belajar mahasiswa. Hal ini menunjukkan
bahwa pengaruh media sosial terhadap konsentrasi belajar lebih dipengaruhi oleh
konteks dan pola penggunaannya, bukan intensitasnya semata.