| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman masyarakat
terhadap astronomi yang masih sering dikaitkan dengan mitos, hoaks, maupun
penafsiran non-ilmiah. Fenomena tersebut menegaskan urgensi penelitian untuk
mengungkap realitas sekaligus menjawab rumusan masalah mengenai strategi
komunikasi sains yang diterapkan Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam penyebaran literasi astronomi,
serta bentuk pesan komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan informasi
kepada publik. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan
desain studi kasus, sehingga memungkinkan penggalian data secara mendalam dan
kontekstual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi
terstruktur, observasi partisipatif, dokumentasi, serta analisis konten media digital.
Informan penelitian dipilih secara purposif dan terdiri atas pimpinan OIF (kepala
dan sekretaris), tim peneliti, staf desain konten, pengelola media sosial, peserta
program, serta pengikut aktif media digital OIF UMSU. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa strategi komunikasi sains OIF UMSU disusun secara
sistematis melalui tahapan pemilihan penentuan topik, identifikasi audiens, analisis
dampak, tujuan, penyusunan pesan, pengelolaan logistik, evaluasi, hingga
rekomendasi. Bentuk pesan yang digunakan meliputi pesan informatif, persuasif,
dan instruktif yang disesuaikan dengan karakteristik audiens. Media digital,
khususnya Instagram, TikTok, dan YouTube, efektif dalam menjangkau generasi
muda, sementara kegiatan luring seperti observasi publik, seminar, dan pelatihan
berperan penting dalam memperkuat interaksi langsung. Integrasi nilai-nilai
keislaman menjadi ciri khas sekaligus kekuatan utama OIF UMSU dalam
menyajikan literasi astronomi yang relevan secara ilmiah, spiritual, dan budaya. |
en_US |