Abstract:
Latar Belakang: Swamedikasi merupakan tindakan penggunaan obat tanpa resep
dokter yang sering dilakukan oleh mahasiswi, khususnya dalam mengatasi
dismenore. Tingkat pengetahuan yang dimiliki individu berperan penting dalam
menentukan perilaku swamedikasi yang aman dan rasional. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan
perilaku swamedikasi dalam mengatasi dismenore serta menggambarkan profil
swamedikasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini merupakan
penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Teknik total
sampling digunakan pada mahasiswi angkatan 2022–2024 yang memenuhi
kriteria inklusi, dengan jumlah responden sebanyak 108 orang. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan
uji Chi-square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki
tingkat pengetahuan yang baik (50%), diikuti kategori kurang (28,7%) dan cukup
(21,3%). Perilaku swamedikasi mayoritas berada pada kategori positif (81,5%).
Profil swamedikasi menunjukkan bahwa obat yang paling sering digunakan
adalah asam mefenamat (59,3%), dengan sumber obat utama berasal dari apotek
(82,4%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara
tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi pada mahasiswi, dengan nilai p
= 0,002 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara
tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi dalam mengatasi dismenore
pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara. Semakin baik tingkat pengetahuan, semakin baik pula perilaku
swamedikasi yang dilakukan.