Abstract:
Latar Belakang: Hiperurisemia merupakan keadaan di mana kadar asam urat di dalam
darah mengalami peningkatan, sehingga berpotensi menimbulkan penyakit gout serta
berbagai gangguan metabolisme lainnya. Obesitas sentral diduga menjadi salah satu
faktor pemicu naiknya kadar asam urat, yang bisa diidentifikasi melalui pengukuran
lingkar pinggang. Parameter ini diketahui memiliki keterkaitan erat dengan
penumpukan lemak viseral yang berdampak pada metabolisme purin serta fungsi
ekskresi ginjal. Metodologi: Riset ini mengadopsi rancangan observasional analitik
dengan pendekatan potong lintang (cross sectional), melibatkan 100 partisipan laki laki dengan tingkat aktivitas fisik minim yang berprofesi sebagai pekerja kantoran di
Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Pita pengukur digunakan guna mengukur
lingkar pinggang, sementara pemeriksaan kadar asam urat dilakukan menggunakan
perangkat Point of Care Test (POCT). Analisis data secara statistik dilaksanakan
melalui uji Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05. Temuan: Dari total partisipan,
64 orang (64%) tergolong memiliki lingkar pinggang dalam kategori obesitas sentral,
sedangkan 56 orang (56%) mengalami kondisi hiperurisemia. Hasil analisis
mengungkapkan adanya korelasi signifikan antara ukuran lingkar pinggang dengan
kadar asam urat, ditunjukkan oleh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Simpulan: Korelasi
bermakna ditemukan antara ukuran lingkar pinggang dengan kadar asam urat pada laki laki yang memiliki pekerjaan dengan aktivitas fisik rendah. Peningkatan ukuran lingkar
pinggang berbanding lurus dengan risiko terjadinya hiperurisemia. Temuan ini
mengindikasikan kalau obesitas sentral berkontribusi signifikan terhadap peningkatan
kadar asam urat, sehingga pengendalian berat badan serta peningkatan aktivitas fisik
menjadi langkah pencegahan yang sangat dianjurkan.