Abstract:
Menurut National Sleep Foundation di Amerika, lebih dari sepertiga (36%) dewasa muda usia 18-29 tahun dilaporkan mengalami kesulitan untuk bangun pagi (dibandingkan dengan 20% pada usia 30-64 tahun dan 9% diatas 65 tahun). Biji Pala mengandung minyak atsiri sampai 10%, berisi miristin (yang bersifat membius) sekitar 4% Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa biji pala memperpanjang durasi tidur. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 27 ekor mencit Swiss Webster jantan yang terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok kontrol diberi diazepam; kelompok kedua diberi ekstrak biji pala dosis 7,5 mg; dan kelompok ketiga diberi aquabides. Data didapat dari durasi tidur mencit pada tiap kelompok. Untuk menentukan perbedaan tiap kelompok percobaan, data dengan distibusi normal dianalisis dengan uji one way anova dan data dengan distribusi tidak normal dianalisis dengan uji kruskal- wallis menggunakan SPSS 22.0 for Windows. Hasil: Hasil uji kruskal-wallis menunjukkan waktu durasi tidur memiliki nilai p=0,001. Berdasarkan uji one way anova menunjukkan lama waktu tidur kelompok perlakuan mempunyai perbedaan signifikan terhadap kelompok kontrol dengan nilai p=0,000 dan juga signifikan terhadap kelompok pembanding dengan nilai p=0,000. Kesimpulan: Ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt) dengan dosis 7,5 mg dapat memperpanjang durasi tidur mencit.