Abstract:
Pendahuluan: Diet tinggi lemak diketahui dapat menyebabkan gangguan
metabolik yang berdampak pada berbagai organ, termasuk ginjal. Paparan diet
tinggi lemak dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan stres oksidatif dan
inflamasi sehingga memicu perubahan struktur glomerulus ginjal. Berbagai bahan
alam, seperti kurkuma dan ampas tebu, diketahui mengandung senyawa bioaktif
yang berpotensi memberikan efek nefroprotektif. Namun, pengaruh pemberian
ekstrak ampas tebu dan kurkuma terhadap densitas numerik glomerulus masih
belum banyak diteliti, khususnya dengan pendekatan metode stereologi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan densitas numerik
glomerulus pada tikus Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak setelah pemberian
ekstrak ampas tebu dan kurkuma. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif menggunakan bahan biologis tersimpan berupa ginjal tikus Wistar dari
penelitian sebelumnya. Sampel terdiri atas 10 ekor tikus Wistar yang dibagi ke
dalam lima kelompok, yaitu kelompok kontrol positif (diet tinggi lemak tanpa
terapi), kelompok kontrol negatif (diet standar), kelompok kurkuma dosis 500
mg/kgBB, kelompok ekstrak ampas tebu dosis 500 mg/kgBB, dan kelompok
ekstrak ampas tebu dosis 750 mg/kgBB. Jaringan ginjal diproses menjadi preparat
histologi dan dianalisis menggunakan metode stereologi physical disector dengan
bantuan perangkat lunak ImageJ/FIJI. Data hasil penghitungan glomerulus
digunakan untuk menghitung densitas numerik glomerulus dan disajikan secara
deskriptif. Hasil: Rerata densitas numerik glomerulus tertinggi diperoleh pada
kelompok kurkuma dosis 500 mg/kgBB sebesar 1,035 × 10-3 mm³, diikuti
kelompok kontrol negatif sebesar 9,16 × 10-4 mm³, kelompok ekstrak ampas tebu
dosis 500 mg/kgBB sebesar 8,22 × 10-4 mm³, kelompok ekstrak ampas tebu dosis
750 mg/kgBB sebesar 7,98 × 10-4 mm³, dan kelompok kontrol positif sebesar 7,66
× 10-4 mm³. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi rerata densitas numerik
glomerulus pada masing-masing kelompok perlakuan.Kesimpulan: Penelitian ini
memberikan gambaran bahwa densitas numerik glomerulus berbeda secara
deskriptif pada setiap kelompok perlakuan. Nilai rata-rata densitas numerik
glomerulus tertinggi ditemukan pada kelompok kurkuma dosis 500 mg/kgBB,
sedangkan nilai terendah terdapat pada kelompok kontrol positif (diet tinggi
lemak tanpa terapi). Karena penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif,
hasil yang diperoleh hanya menggambarkan distribusi densitas numerik
glomerulus pada masing-masing kelompok dan tidak digunakan untuk
menyimpulkan adanya perbedaan atau pengaruh antar kelompok.