DSpace Repository

HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN KEBIASAAN MEROKOK PADA DRIVER OJEK ONLINE DI KOTA MEDAN

Show simple item record

dc.contributor.author SALSABILAH, NADIAH
dc.date.accessioned 2026-10-13T03:01:00Z
dc.date.available 2026-10-13T03:01:00Z
dc.date.issued 2026-08-20
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32260
dc.description.abstract Latar Belakang: Kebiasaan merokok masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor sosial, lingkungan, dan psikologis. Kesehatan mental merupakan salah satu aspek yang diduga berhubungan dengan kebiasaan merokok. Driver ojek online sebagai pekerja sektor informal dapat menghadapi berbagai kondisi pekerjaan dan sosial ekonomi yang berpotensi memengaruhi perilaku kesehatan dan kondisi mental. Oleh karena itu, hubungan antara kesehatan mental dengan kebiasaan merokok pada kelompok driver ojek online perlu diteliti.Tujuan:Mengetahui hubungan antara kesehatan mental dengan kebiasaan merokok pada driver ojek online di Kota Medan. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 106 driver ojek online yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kesehatan mental diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21), sedangkan kebiasaan merokok dinilai menggunakan Indeks Brinkman. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan modus. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher's Exact karena terdapat sel pada tabel kontingensi dengan expected count kurang dari 5. Hasil: Dari 106 responden, kelompok usia dengan frekuensi tertinggi adalah usia 18–35 tahun sebanyak 40 responden (37,7%), dan tingkat pendidikan dengan frekuensi tertinggi adalah SMA sebanyak 65 responden (61,3%). Kebiasaan merokok sebagian besar berada pada kategori ringan, yaitu sebanyak 87 responden (82,1%), diikuti kategori sedang sebanyak 16 responden (15,1%) dan kategori berat sebanyak 3 responden (2,8%). Kesehatan mental sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 45 responden (42,5%), diikuti kategori ringan sebanyak 30 responden (28,3%), normal sebanyak 18 responden (17,0%), berat sebanyak 12 responden (11,3%), dan sangat berat sebanyak 1 responden (0,9%). Hasil uji Fisher's Exact menunjukkan nilai p = 0,734 (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dengan kebiasaan merokok pada driver ojek online di Kota Medan. en_US
dc.subject pengemudi ojek online en_US
dc.subject kesehatan mental en_US
dc.subject kebiasaan merokok en_US
dc.subject DASS-21 en_US
dc.subject Indeks Brinkman en_US
dc.title HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN KEBIASAAN MEROKOK PADA DRIVER OJEK ONLINE DI KOTA MEDAN en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account