Abstract:
Latar Belakang: Kebiasaan merokok masih menjadi salah satu permasalahan
kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan dan dapat dipengaruhi oleh
berbagai faktor, termasuk faktor sosial, lingkungan, dan psikologis. Kesehatan
mental merupakan salah satu aspek yang diduga berhubungan dengan kebiasaan
merokok. Driver ojek online sebagai pekerja sektor informal dapat menghadapi
berbagai kondisi pekerjaan dan sosial ekonomi yang berpotensi memengaruhi
perilaku kesehatan dan kondisi mental. Oleh karena itu, hubungan antara
kesehatan mental dengan kebiasaan merokok pada kelompok driver ojek online
perlu diteliti.Tujuan:Mengetahui hubungan antara kesehatan mental dengan
kebiasaan merokok pada driver ojek online di Kota Medan. Metode:Penelitian ini
merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional.
Sampel penelitian berjumlah 106 driver ojek online yang dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Kesehatan mental diukur menggunakan kuesioner
Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21), sedangkan kebiasaan merokok
dinilai menggunakan Indeks Brinkman. Data dianalisis secara univariat
menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan modus. Analisis bivariat
menggunakan uji Fisher's Exact karena terdapat sel pada tabel kontingensi dengan
expected count kurang dari 5. Hasil: Dari 106 responden, kelompok usia dengan
frekuensi tertinggi adalah usia 18–35 tahun sebanyak 40 responden (37,7%), dan
tingkat pendidikan dengan frekuensi tertinggi adalah SMA sebanyak 65 responden
(61,3%). Kebiasaan merokok sebagian besar berada pada kategori ringan, yaitu
sebanyak 87 responden (82,1%), diikuti kategori sedang sebanyak 16 responden
(15,1%) dan kategori berat sebanyak 3 responden (2,8%). Kesehatan mental
sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 45 responden (42,5%),
diikuti kategori ringan sebanyak 30 responden (28,3%), normal sebanyak 18
responden (17,0%), berat sebanyak 12 responden (11,3%), dan sangat berat
sebanyak 1 responden (0,9%). Hasil uji Fisher's Exact menunjukkan nilai p =
0,734 (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
kesehatan mental dengan kebiasaan merokok pada driver ojek online di Kota
Medan.