Abstract:
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama
kematian pada perempuan di dunia. Daun Ketepeng cina (Senna alata L.)
mengandung senyawa Chrysophanol yang memiliki aktivitas antioksidan dan
berpotensi sebagai agen antikanker melalui interaksi dengan protein p53. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun
ketepeng cina menggunakan metode DPPH serta mengetahui potensi interaksi
senyawa Chrysophanol terhadap protein p53 melalui metode molecular docking.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik. Aktivitas
antioksidan diuji menggunakan metode DPPH pada panjang gelombang 517 nm.
Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif dengan konsentrasi 10–40 ppm,
sedangkan ekstrak etanol daun Ketepeng cina diuji pada konsentrasi 100–800 ppm.
Analisis aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney. Analisis
molecular docking dilakukan untuk mengetahui afinitas ikatan senyawa
Chrysophanol terhadap protein p53 dengan Docetaxel sebagai senyawa
pembanding. Hasil: Vitamin C menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih
tinggi dibandingkan ekstrak etanol daun Ketepeng cina. Aktivitas antioksidan
tertinggi ekstrak etanol daun Ketepeng cina diperoleh pada konsentrasi 200 ppm.
Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada
konsentrasi perlakuan dengan nilai p = 0,029, sedangkan pada persen inhibisi tidak
terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p = 0,686. Hasil molecular docking
menunjukkan bahwa Chrysophanol memiliki energi pengikatan sebesar −4,77
kcal/mol, konstanta inhibisi 319,05 µM, dan RMSD 1,989 Å, sedangkan Docetaxel
memiliki energi pengikatan −2,47 kcal/mol, konstanta inhibisi 15.340 µM, dan
RMSD 2,597 Å. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun Ketepeng cina memiliki
aktivitas antioksidan dan senyawa Chrysophanol menunjukkan afinitas ikatan yang
lebih baik terhadap protein p53 dibandingkan Docetaxel, sehingga berpotensi
dikembangkan sebagai kandidat agen antikanker berbasis bahan alam.