Abstract:
Latar Belakang: Kebiasaan melewatkan sarapan (skipping breakfast) merupakan
salah satu pola makan yang dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan berpotensi
meningkatkan risiko obesitas abdominal. Lingkar perut digunakan sebagai indikator
distribusi lemak viseral yang berhubungan dengan berbagai penyakit metabolik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan
skipping breakfast dengan lingkar perut pada karyawan Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan
desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian
berjumlah 69 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data kebiasaan
sarapan diperoleh melalui kuesioner, sedangkan lingkar perut diukur menggunakan
pita ukur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji
Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 29 responden
(42,0%) memiliki kebiasaan skipping breakfast, sedangkan 40 responden (58,0%)
tidak. Rata-rata lingkar perut laki-laki sebesar 89,86 ± 10,48 cm dan perempuan
81,48 ± 9,18 cm. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa responden yang
memiliki kebiasaan skipping breakfast lebih banyak mengalami obesitas abdominal
dibandingkan yang tidak, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat
hubungan yang bermakna antara kebiasaan skipping breakfast dengan lingkar perut.
Individu yang melewatkan sarapan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk
mengalami obesitas abdominal.