Abstract:
Pendahuluan: Fluor albus merupakan kondisi yang sering dialami perempuan dan
dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Pencegahan fluor albus sangat
dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan.
Pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong terbentuknya perilaku
pencegahan yang tepat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan
dengan perilaku pencegahan fluor albus pada mahasiswi Fakultas Kedokteran dan
Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian
ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel penelitian berjumlah 113 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik
simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat
pengetahuan dan perilaku pencegahan fluor albus yang telah memenuhi kriteria
penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji
Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan p < 0,05.Hasil: Sebagian besar
responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 94 orang (83,2%),
pengetahuan cukup 10 orang (8,8%), dan pengetahuan kurang 9 orang (8,0%).
Perilaku pencegahan fluor albus berada pada kategori baik sebanyak 75 orang
(66,4%) dan kategori cukup sebanyak 38 orang (33,6%). Hasil uji Fisher’s Exact
menunjukkan nilai p = 0,923 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan fluor albus pada
mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan fluor albus pada mahasiswi
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara. Pengetahuan yang baik belum tentu diikuti oleh perilaku pencegahan yang
baik karena perilaku kesehatan juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti sikap,
kebiasaan, dukungan lingkungan, dan persepsi individu.