DSpace Repository

HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI KOPI DENGAN GEJALA OVERACTIVE BLADDER (OAB) PADA MAHASISWA UMSU

Show simple item record

dc.contributor.author HANDAYANI, SARAH JESIKA
dc.date.accessioned 2026-10-12T02:49:00Z
dc.date.available 2026-10-12T02:49:00Z
dc.date.issued 2026-09-01
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32242
dc.description.abstract Overactive bladder (OAB) merupakan kumpulan gejala saluran kemih bagian bawah yang ditandai dengan urgensi berkemih, dengan atau tanpa inkontinensia urgensi, yang umumnya disertai peningkatan frekuensi berkemih dan nokturia. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan munculnya gejala OAB adalah konsumsi kopi karena kandungan kafein di dalamnya dapat meningkatkan aktivitas kandung kemih. Namun, hasil penelitian mengenai hubungan konsumsi kopi dengan gejala OAB masih menunjukkan hasil yang belum konsisten. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi kopi dengan gejala overactive bladder pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 116 mahasiswa UMSU yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data frekuensi konsumsi kopi diperoleh melalui kuesioner, sedangkan gejala OAB diukur menggunakan kuesioner Overactive Bladder Symptom Score (OABSS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden mengonsumsi kopi dengan frekuensi 1–3 kali/minggu sebanyak 64 orang (55,2%), diikuti frekuensi 4–6 kali/minggu sebanyak 39 orang (33,6%), dan >6 kali/minggu sebanyak 13 orang (11,2%). Berdasarkan skor OABSS, sebanyak 48 responden (41,4%) tidak mengalami gejala OAB (no OAB), 46 responden (39,7%) mengalami OAB ringan (mild OAB), 22 responden (19,0%) mengalami gejala OAB sedang (moderate OAB), dan tidak terdapat responden dengan OAB berat (severe OAB). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,180 dengan nilai p = 0,054 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara frekuensi konsumsi kopi dengan gejala overactive bladder pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi kopi dengan gejala overactive bladder (OAB) pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. en_US
dc.subject konsumsi kopi en_US
dc.subject frekuensi konsumsi kopi en_US
dc.subject overactive bladder en_US
dc.subject OABSS en_US
dc.subject mahasiswa en_US
dc.title HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI KOPI DENGAN GEJALA OVERACTIVE BLADDER (OAB) PADA MAHASISWA UMSU en_US
dc.title.alternative SARAH JESIKA HANDAYANI en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account