Abstract:
Obesitas merupakan masalah kesehatan yang berkaitan dengan
peningkatan risiko gangguan metabolik dan kardiovaskular. Salah satu pendekatan
nonfarmakologis yang dapat diterapkan dalam pengelolaan obesitas adalah
intermittent fasting 16:8, yaitu pembatasan waktu makan selama 8 jam dan puasa
selama 16 jam setiap hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
perubahan berat badan serta menganalisis pengaruh intermittent fasting 16:8
terhadap tekanan darah dan kadar gula darah sewaktu pada pasien obesitas tanpa
komplikasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-test and post-test
without control group dengan 18 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi. Responden menjalani intermittent fasting 16:8 selama 30 hari. Perubahan
berat badan dianalisis secara deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi dan
persentase, sedangkan data tekanan darah dan kadar gula darah sewaktu diuji
normalitas dengan Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan Paired Sample T-Test.
Hasil: Distribusi berat badan bergeser ke interval yang lebih rendah, dengan
proporsi responden dengan berat badan ≥76 kg menurun dari 83,3% menjadi
33,3%, sedangkan proporsi berat badan <76 kg meningkat dari 16,7% menjadi
66,7%. Rerata tekanan darah sistolik menurun dari 162,22 ± 11,14 mmHg menjadi
140,56 ± 8,02 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 90,00 ± 6,86 mmHg menjadi
78,89 ± 5,83 mmHg; keduanya menunjukkan p<0,001. Rerata kadar gula darah
sewaktu menurun dari 183,78 ± 32,28 mg/dL menjadi 145,22 ± 22,94 mg/dL
dengan p<0,001. Kesimpulan: Pelaksanaan intermittent fasting 16:8 selama 30
hari menunjukkan pergeseran distribusi berat badan ke interval yang lebih rendah
serta penurunan tekanan darah dan kadar gula darah sewaktu yang bermakna secara
statistik pada pasien obesitas tanpa komplikasi.