Abstract:
Latar Belakang: Obesitas merupakan kondisi akumulasi lemak abnormal atau
berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Pada populasi Asia, lingkar
pinggang digunakan sebagai indikator obesitas sentral karena berkaitan dengan
risiko metabolik dan kardiovaskular. Mahasiswa FKIK UMSU merupakan
kelompok yang menghadapi tuntutan akademik, stres, dan perubahan gaya hidup
yang dapat memengaruhi pola makan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola
makan dengan risiko obesitas sentral pada mahasiswa FKIK UMSU angkatan 2024.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional
dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 160 mahasiswa dipilih
menggunakan purposive sampling. Pola makan dinilai menggunakan Food
Frequency Questionnaire (FFQ) dan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan
kurang. Risiko obesitas sentral ditentukan melalui pengukuran lingkar pinggang
berdasarkan kriteria WHO Asia-Pasifik, yaitu >90 cm pada laki-laki dan >80 cm
pada perempuan. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat
kemaknaan p<0,05. Hasil: Sebanyak 79 responden (49,4%) memiliki pola makan
baik, 62 (38,8%) cukup, dan 19 (11,9%) kurang. Sebanyak 56 responden (35,0%)
mengalami risiko obesitas sentral dan 104 (65,0%) tidak mengalami risiko obesitas
sentral. Uji Chi-square menunjukkan hubungan yang bermakna antara pola makan
dan risiko obesitas sentral (p=0,013). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang
bermakna antara pola makan dengan risiko obesitas sentral pada mahasiswa FKIK
UMSU angkatan 2024. Semakin baik pola makan, semakin rendah proporsi risiko
obesitas sentral.