Abstract:
Penggunaan pasir sebagai agregat halus pada mortar yang terus meningkat
mendorong perlunya pemanfaatan material alternatif yang lebih berkelanjutan.
Salah satu material yang berpotensi dimanfaatkan adalah serbuk arang kayu sebagai
pengganti sebagian pasir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
penggunaan serbuk arang kayu terhadap kinerja mortar serta menentukan variasi
campuran yang memberikan hasil optimum. Penelitian menggunakan metode
eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Variasi serbuk arang kayu yang
digunakan sebesar 0%, 4%, 6%, 8%, dan 10% pada faktor air semen (FAS) 0,35
dan 0,40. Benda uji dibuat dengan perbandingan campuran semen dan pasir 1:3
menggunakan cetakan berukuran 5 × 5 × 5 cm, kemudian dirawat selama 28 hari
dan diuji meliputi berat jenis, penyerapan air, waktu ikat awal, efflorescence, dan
kuat tekan berdasarkan standar SNI dan ASTM yang berlaku. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa peningkatan kadar serbuk arang kayu cenderung menurunkan
berat jenis dan kuat tekan mortar serta meningkatkan penyerapan air. Pada variasi
substitusi 4%, kuat tekan mortar sebesar 14,66 MPa pada FAS 0,35 dan 12,53 MPa
pada FAS 0,40, masing-masing mengalami penurunan 11,04% dan 14,88%
dibandingkan mortar normal sedangkan pada variasi 6%, 8%, 10% pada kedua FAS
cenderung mengalami penurunan nilai kuat tekan yang lebih besar. Variasi 4%
tersebut merupakan hasil terbaik dari kedua FAS di antara seluruh variasi campuran
yang menggunakan serbuk arang kayu. Berdasarkan klasifikasi ASTM C270, kedua
variasi memiliki kuat tekan yang setara dengan mortar Tipe S dan Tipe N, dengan
variasi 4% pada FAS 0,35 menunjukkan kinerja paling optimum karena
menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan FAS 0,40. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa serbuk arang kayu berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif
pengganti sebagian pasir pada mortar dalam proporsi terbatas serta layak untuk
diapliaksikan pada pasangan bata.