Abstract:
Pendahuluan: Stres merupakan salah satu masalah yang sering dialami
mahasiswa kedokteran akibat tuntutan akademik dan berbagai tekanan selama
proses pendidikan. Stres tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis, tetapi
juga dapat memengaruhi perilaku makan, salah satunya emotional eating.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres terhadap
perilaku emotional eating pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel penelitian terdiri atas 111 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2022, 2023, dan
2024 yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling, dengan masing masing angkatan terdiri atas 37 responden. Tingkat stres diukur menggunakan
Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan perilaku emotional eating diukur
menggunakan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ) subskala Emotional
Eating. Analisis hubungan antara tingkat stres dan perilaku emotional eating
dilakukan menggunakan Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil: Sebagian
besar responden mengalami tingkat stres kategori sedang, yaitu sebanyak 67 orang
(60,4%), diikuti kategori rendah sebanyak 27 orang (24,3%) dan kategori tinggi
sebanyak 17 orang (15,3%). Sebagian besar responden memiliki perilaku
emotional eating kategori rendah, yaitu sebanyak 64 orang (57,7%), diikuti
kategori sedang sebanyak 34 orang (30,6%) dan kategori tinggi sebanyak 13
orang (11,7%). Pada kelompok dengan tingkat stres rendah, sebagian besar
responden memiliki perilaku emotional eating kategori rendah yaitu sebanyak 26
orang (96,3%). Pada kelompok dengan tingkat stres tinggi, sebagian besar
responden memiliki perilaku emotional eating kategori tinggi yaitu sebanyak 12
orang (70,6%). Hasil Fisher-Freeman-Halton Exact Test menunjukkan nilai
p<0,001, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres
dengan perilaku emotional eating. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang
signifikan antara tingkat stres dengan perilaku emotional eating pada mahasiswa
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara.