Abstract:
Penelitian ini menginvestigasi pengaruh variasi persentase limbah abu sekam
padi sebagai alternatif substitusi parsial pasir terhadap karakteristik fisik dan
mekanis mortar. Penelitian dilakukan dengan metode pengujian laboratorium
menggunakan variasi substitusi abu sekam padi sebesar 0% (mortar normal), 2%,
4%, 6%, dan 8% terhadap pasir. Dua variasi Faktor Air Semen (FAS) digunakan
yaitu 0,35 dan 0,40 pada campuran mortar. Benda uji mortar dibuat dan diuji berat
jenis, absorpsi, kuat tekan, serta ketahanan efflorescence setelah melalui masa
perawatan (curing) selama 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
penambahan abu sekam padi menurunkan berat jenis rata-rata mortar (dari 1987
kg/m³ menjadi 1875 kg/m³ pada FAS 0,35 dan dari 2027 kg/m³ menjadi 1984 kg/m³
pada FAS 0,40), sebaliknya nilai absorpsi air mortar meningkat seiring
bertambahnya persentase campuran. Untuk pengujian mekanis, substitusi abu
sekam padi sebesar 2% (ASP 2%) memberikan kekuatan tekan mortar yang paling
optimum, yakni sebesar 17,10 MPa untuk FAS 0,35 dan 14,79 MPa untuk FAS 0,40.
Kuat tekan mengalami penurunan bertahap pada variasi campuran berikutnya (ASP
4%, ASP 6%, dan ASP 8%). Seluruh variasi mortar juga tidak menunjukkan adanya
fenomena efflorescence. Dengan demikian, pemanfaatan abu sekam padi sebesar
2% sangat berpotensi sebagai bahan substitusi parsial pasir dalam mendukung
material konstruksi ramah lingkungan.