Abstract:
Beton ringan memiliki keunggulan berupa berat jenis yang lebih rendah sehingga
dapat mengurangi beban struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh abu tempurung kelapa hasil pembakaran (ATKB) dan tanpa pembakaran
(ATKTB) sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat tekan beton ringan serta
menentukan variasi dengan hasil terbaik. Penelitian menggunakan metode
eksperimen dengan mutu beton rencana 9 MPa dan perencanaan campuran
berdasarkan SNI 03-3449-2002. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 15 cm
dan tinggi 30 cm, menggunakan batu apung sebagai agregat kasar, dengan variasi
substitusi ATKB dan ATKTB sebesar 1%, 1,5%, dan 2%. Pengujian kuat tekan
dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton
kontrol sebesar 8,79 MPa, sedangkan ATKB 1%, 1,5%, dan 2% berturut-turut
sebesar 8,42 MPa, 8,23 MPa, dan 7,95 MPa. ATKTB 1%, 1,5%, dan 2%
menghasilkan kuat tekan sebesar 7,73 MPa, 7,40 MPa, dan 7,12 MPa. Penggunaan
abu tempurung kelapa menyebabkan penurunan kuat tekan seiring bertambahnya
persentase substitusi. ATKB menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi
dibandingkan ATKTB, dengan ATKB 1% sebagai variasi substitusi dengan hasil
terbaik sebesar 8,42 MPa. Berdasarkan hasil tersebut, abu tempurung kelapa pada
variasi yang diteliti belum mampu meningkatkan kuat tekan beton ringan
dibandingkan beton normal.
,