Abstract:
Banjir yang sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia mendorong pengembangan
material konstruksi yang mampu meningkatkan kemampuan resapan air, salah
satunya beton pori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi
persentase abu batu apung sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat tekan,
porositas, dan permeabilitas beton pori. Penelitian dilakukan secara eksperimental
di laboratorium dengan variasi kadar abu batu apung sebesar 0%, 5%, 10%, dan
15% dari berat semen. Perencanaan campuran beton mengacu pada ACI 522R-10,
pengujian kuat tekan mengacu pada SNI 1974:2011, sedangkan pengujian porositas
dan permeabilitas mengacu pada ACI 522R-10.Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kuat tekan beton pori normal sebesar 4,25 MPa. Penambahan abu batu apung
meningkatkan kuat tekan menjadi 4,26 MPa (+0,24%), 4,30 MPa (+1,18%), dan
4,60 MPa (+8,24%) dibandingkan beton pori normal. Nilai porositas beton pori
normal sebesar 20,06%, kemudian menurun menjadi 19,81% (-1,25%), 19,53% (
2,64%), dan 19,31% (-3,74%) pada variasi abu batu apung 5%, 10%, dan 15%.
Sementara itu, nilai permeabilitas beton pori normal sebesar 0,48 cm/s, kemudian
menurun menjadi 0,44 cm/s (-8,33%), 0,41 cm/s (-14,58%), dan 0,39 cm/s (
18,75%) pada variasi 5%, 10%, dan 15%.Penambahan abu batu apung
menyebabkan nilai porositas dan permeabilitas mengalami sedikit penurunan,
namun beton pori masih memiliki kemampuan meloloskan air dengan baik. Variasi
abu batu apung sebesar 15% memberikan hasil terbaik karena mampu
meningkatkan kuat tekan sekaligus mempertahankan kemampuan resapan air beton
pori, sehingga berpotensi digunakan sebagai substitusi sebagian semen pada
campuran beton pori.