Abstract:
Sedimen dasar sungai berperan sebagai reservoir bagi berbagai elemen kimia dan
logam berat yang terbawa aliran air, sehingga karakteristik mineral penyusunnya
penting dipahami sebagai dasar geokimia dalam menilai potensi keberadaan logam
berat, terutama di bagian hulu sungai yang berkaitan erat dengan kondisi geologi
sumber sedimen. Berdasarkan tinjauan pustaka mengenai mineralogi sedimen,
klasifikasi mineral lempung dan oksida besi-mangan sebagai penjerap logam berat,
serta kajian penelitian terdahulu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
karakteristik mineral sedimen dasar pada bagian hulu Sungai Deli dan menganalisis
keterkaitannya terhadap potensi keberadaan unsur logam. Sampel sedimen diambil
pada satu titik (Titik T2, kawasan Sembahe) menggunakan metode purposive
sampling, kemudian dianalisis dengan metode X-Ray Diffraction (XRD) dan data
difraksinya diolah menggunakan perangkat lunak Match! Phase Analysis berbasis
basis data COD-Inorganic. Hasil analisis menunjukkan sedimen tersusun atas dua
fase utama, yaitu kuarsa (SiO₂) sebesar 56,3% sebagai fase dominan dan satu fase
hasil pencocokan yang memiliki kemiripan dengan senyawa Cu₂Fe₂Ge₄O₁₃ sebesar
43,7%. Dominasi kuarsa mengindikasikan sedimen didominasi mineral silikat yang
stabil terhadap pelapukan dan transportasi fluvial, sedangkan identifikasi fase
kedua masih bersifat tentatif karena Cu₂Fe₂Ge₄O₁₃ dilaporkan sebagai senyawa
sintetis, sehingga hanya mengindikasikan kemungkinan keterkaitan dengan unsur
Cu, Fe, dan Ge, bukan membuktikan keberadaannya dalam sedimen. Sebagai saran,
penelitian lanjutan disarankan mencakup pengambilan sampel di beberapa titik dan
penampang sungai, analisis kuantitatif unsur logam menggunakan AAS atau ICP
MS, analisis ukuran butir sedimen, serta verifikasi fase mineral kompleks melalui
pendekatan Rietveld refinement; selain itu pemerintah daerah dan instansi terkait
diharapkan menjadikan hasil ini sebagai data awal pemantauan dan pengelolaan
kualitas sedimen Daerah Aliran Sungai Deli secara berkelanjutan.