Abstract:
Setiap jenis pekerjaan secara alami membawa berbagai potensi bahaya dan
risiko, masing-masing dengan tingkat keparahan yang berbeda. Kondisi ini dapat
mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, terutama bagi pekerja yang mengalami
kecelakaan. Bahaya dan risiko kerja terkait erat dengan aktivitas tempat kerja
sehari-hari, sehingga risiko kecelakaan kerja sangat tinggi. Industri pembuatan
kapal adalah sektor fabrikasi peralatan berat yang melibatkan penggunaan material
dan proses manufaktur yang berpotensi berdampak pada lingkunganPenelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kondisi dan tingkat kelayakan alat cutting torch
berdasarkan hasil inspeksi di PT. Waruna Shipyard Indonesia. Penelitian dilakukan
menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi
langsung menggunakan form checklist inspeksi yang mengacu pada Standar
Operasional Prosedur (SOP) perusahaan. Objek penelitian meliputi alat cutting
torch yang digunakan pada proyek TB. Transko Dara, Dept. Dock, dan MT. Gede.
Hasil inspeksi dianalisis berdasarkan kategori status A (aman dan baik), B (terdapat
masalah namun masih dapat dioperasikan), C (membutuhkan perbaikan segera),
dan D (tidak dapat digunakan kembali). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar alat cutting torch berada pada status A, sedangkan sebagian lainnya
berada pada status B karena ditemukan kerusakan ringan pada beberapa komponen.
Tidak ditemukan alat dengan status C maupun D, sehingga secara umum seluruh
alat masih layak digunakan sesuai standar keselamatan kerja yang diterapkan
perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa inspeksi berkala menggunakan
checklist dapat mendukung keselamatan kerja serta menjaga kelayakan operasional
alat di lingkungan galangan kapal.