Abstract:
Peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat pada rute Medan–Langsa
menghadirkan pilihan antara moda Bus Feeder (Bus Pelangi) dan Minibus (Hiace
Bahtera). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi
pemilihan moda serta memodelkan probabilitas pemilihannya menggunakan
pendekatan Stated Preference. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner
terhadap 150 responden pengguna kedua moda, dengan atribut biaya perjalanan
(X1), waktu tempuh (X2), dan frekuensi keberangkatan (X3), dianalisis
menggunakan regresi linier berganda dan model logit biner selisih. Hasil regresi
menghasilkan model U = 0,846 + 0,480X1 + 0,522X2 + 0,238X3 (R² = 0,709),
dengan pengaruh signifikan pada variabel biaya dan waktu tempuh, sedangkan
frekuensi keberangkatan tidak signifikan, tanpa gejala multikolinearitas. Model
probabilitas menunjukkan peluang pemilihan Bus Feeder sebesar 44% berbanding
56% untuk Minibus, sesuai proporsi pilihan aktual responden. Penelitian ini
merekomendasikan penyesuaian tarif, percepatan waktu tempuh, dan penambahan
frekuensi keberangkatan Bus Feeder agar kondisi pemilihan lebih seimbang dan
daya saingnya meningkat.